Thursday, August 1, 2013

Cara Memperbaiki Gangguan pada Sistem Kemudi dan Suspensi Mobil

Gangguan Pada Sistem Kemudi dan Suspensi Mobil

A. Saat melaju di jalan datar dengan kecepatan agak tinggi (jalan tol), roda depan sulit dikendalikan.

Kemungkinan Penyebab :
  1. Gangguan pada sistem kemudi.
  2. Gangguan sistem suspensi, terutama bagian belakang.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Pada kemudi terdapat gerak bebas. Gerak bebas adalah gerak yang tidak mengakibatkan roda depan bergerak ke kiri atau ke kanan. Gerak bebas normal sekitar 10-30 mm gerak busur setir. Gerak bebas setir yang terlalu besar dapat menimbulkan masalah seperti di atas.
  2. Periksa gerak bebas setir dengan mendongkrak bagian depan kendaraan hingga kedua roda terangkat. Periksa sistem kemudi. Jika ada sambungan longgar, kencangkan. Jika ada yang rusak, ganti segera. Bagian sistem kemudi yang perlu diperiksa :
  3. Sambungan sistem kemudi.
  4. Bantalan roda. Jika sudah aus dan longgar sebaiknya diganti.
  5. Pasangan roda gigi kemudi. Jika longgar setel lagi.
  6. Kendaraan besar yang menggunakan pegas daun, jika baut pusat pegas daun patah menimbulkankan efek pengemudian yang sulit dikontrol dan kendaraan tidak stabil.

B. Saat kendaraan berjalan,setir sulit digerakan.

Kemungkinan Penyebab
  1. Tekanan ban depan terlalu rendah atau terjadi kebocoran.
  2. Minyak pelumas pada bak roda gigi setir atau pelumas pada sambungan batang kemudi dan bantalan roda kurang.
  3. Penyetelan sistem kemudi kurang tepat.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Periksalah kondisi tekanan ban depan. Sesuaikan tekanan sesuai persyaratannya.
  2. Periksa sistem kemudi dengan mendongkrak bagian depan kendaraan hingga kedua roda terangkat. Gerakkan kemudi penuh ke kiri, lalu gerakan pelan-pelan ke kiri dan ke kanan. Amati kerusakan yang mungkin terjadi. Lakukan juga sebaliknya, putar penuh kemudi ke kanan, lalu gerakkan pelan-pelan ke kiri dan ke kanan. Bagian-bagian yang perlu diperiksa:
  3. Sambungan dan baut sistem kemudi.
  4. Bak roda gigi kemudi.
  5. Suspensi depan termasuk ball joint.
  6. Batang-batang kemudi
  7. Lumasi bagian-bagian tersebut, jika gerakannya kurang lancar.
  8. Penyetelan kelurusan roda-roda kemudi perlu dilakukan di bengkel dengan peralatan yang khusus untuk mendapatkan hasil yang baik.

C. Kemudi cenderung bergerak ke satu arah meskipun sedang berjalan di jalan lurus dan datar.

Kemungkinan Penyebab:



  1. Kondisi roda kiri dan kanan tidak sama. Demikian pula kondisi bantalannya.
  2. Salah satu rem depan atau belakang menggesek.
  3. Penyetelan kelurusan roda depan tidak tepat.
  4. Gangguan pada pegas suspensi depan.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Pastikan tekanan kedua roda depan dan belakang telah sama. Periksa lingkar roda. Kondisi telapak ban kiri dan kanan, depan dan belakang, harus sama. Kondisi roda yang tidak sama, terlebih jika ekstrim, dapat membahayakan.
  2. Rem yang bekerja tidak seragam juga dapat menyebabkan kendaraan cenderung bergerak ke satu arah. Periksa daya cengkeram rem dan yakinkan rem telah lepas penuh saat pedal rem tidak diinjak.
  3. Periksakan kondisi kelurusan roda depan (front wheel alignment ) ke bengkel.
  4. Periksa kondisi pegas dan suspensi roda depan jika ada kerusakan.

D. Pada kecepatan tertentu, setir bergetar meskipun jalan rata.

Kemungkinan Penyebab
  1. Kedua roda depan tidak seimbang atau terjadi kerusakan pada pelek.
  2. Kondisi kedua roda depan tidak sama.
  3. Penyetelan roda depan tidak tepat.
  4. Ada bagian sistem kemudi yang aus.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Roda depan yang tidak seimbang menyebabkan setir bergetar. Roda yang tidak seimbang harus diseimbangkan dengan memberi semacam pemberat pada pelek. Penyeimbangan sebaiknya dilakukan dengan alat khusus di bengkel.
  2. Kondisi kedua roda depan harus sama. Periksa kondisi telapak ban, tekanan ban, dan lingkar ban.
  3. Penyetelan kelurusan roda depan dapat dilakukan di bengkel.
  4. Periksa bagian-bagian sistem kemudi bila ada kerusakan atau keausan atau kekurangan pelumas pada bak roda gigi stir.

E. Saat diparkir di tempat datar, mobil terlihat tidak rata/miring.

Kemungkinan Penyebab
  1. Kondisi roda atau beban tidak sama.
  2. Salah satu pegas suspensi lemah/patah.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Jika kondisi roda atau beban sudah sama, kemiringan pasti disebabkan hal lain.
  2. Periksa kondisi pegas masing -masing roda. Periksa juga tumpuan-tumpuan pegas. Pemeriksaan ketinggian kendaraan dapat dilakukan dengan alat ukur pada lampu utama kendaraan ke tanah/landasan.

F. Kendaraan memantul berlebihan meskipun hanya melewati jalan yang sedikit tidak rata.

Kemungkinan Penyebab
  1. Tekanan ban terlalu tinggi.
  2. Peredam kejut (shock absorber) lemah atau rusak.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Bila pada saat kendaraan tidak terlalu banyak membawa beban, sedangkan tekanan ban terlalu tinggi dapat menimbulkan pantulan, sehingga terasa kurang nyaman. Sesuaikan tekanan ban sesuai persyaratannya.
  2. Parkir di tempat yang rata, periksa kondisi peredam kejut dengan menekan kendaraan pada salah satu ujungnya. Jika kendaraan hanya memantul sekali atau dua kali berarti peredam kejut (shock absorber) masih baik. Tetapi, jika pantulan lebih lama, periksa kondisi peredam kejut, barangkali terdapat kebocoran atau kerusakan. Peredam kejut juga dapat diperiksa dengan memegangnya segera sesudah kendaraan berhenti. Jika terasa panas, berarti peredam kejut masih baik. Sebaliknya jika terasa dingin, berarti sudah rusak.

G. Ban cepat kempes meskipun tekanan sudah sesuai dengan persyaratan.

Kemungkinan Penyebab
  1. Kerusakan pentil.
  2. Terdapat benda yang menusuk bagian luar, di antara telapak ban.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Pentil yang terdapat di ban dalam merupakan katup searah. Kerusakan atau kesalahan dalam pemasangan pentil dapat menyebabkan udara di dalam ban dalam mudah keluar pada saat kendaraan dibebani. Periksa pentil dengan membuka tutupnya. Oleskan air sabun atau ludah pada lubang pentil. Jika timbul gelembung udara, menandakan adanya udara yang keluar dari pentil yang berarti terjadi kebocoran. Kencangkan pentil dengan kuncinya (tutup pentil). Jika masih bergelembung, pentil sebaiknya diganti.
  2. Bila kondisi pentil sudah baik, tetapi ban tetap cepat kempes, sebaiknya kondisi ban diperiksa. Barangkali dari perbaikan sebelumnya masih tersisa paku atau benda runcing lain yang menusuk ban luar.

H. Sirip iejak ban pada pundak kiri dan kanan, lebih aus dibandingkan bagian tengah.

Kemungkinan Penyebab
  1. Tekanan ban kurang.
  2. Beban berlebihan.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Tekanan ban kurang menyebabkan bekas telapak ban di tanah (jalan) tidak rata. Bagian yang berkontak dengan tanah adalah pundak ban, kiri dan kanan. Akibatnya, jika kendaraan berjalan, pundak ban cepat aus. Tambah tekanan ban sesuai ketentuan.
  2. Beban berlebihan mempengaruhi umur ban dan kendaraan. Karena beban berlebihan menyebabkan kerja mesin lebih berat. Cara mengemudi mempengaruhi keausan. Kecepatan yang tinggi saat membelok, mengerem atau mempercepat kendaraan secara tiba-tiba, dapat mempercepat keausan ban.

I. Salah satu pundak ban lebih cepat aus.

Kemungkinan Penyebab
  1. Tie rod (batang pengikat) bengkok.
  2. Kelurusan ban kurang tepat.
Pemeriksaan dan Perbaikan
Periksa tie rod, rusak atau tidak. Jika batang kemudi balk, periksa kelurusan ban (front wheel alignment). Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan di bengkel.

J. Pijakan rem terasa dalam dan harus dipompa agar bekerja lebih balk.

Kemungkinan Penyebab
  1. Minyak rem kurang.
  2. Kebocoran pada bagian sistem rem.
  3. Jarak bebas bidang gesek rem terlalu besar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Periksa minyak rem dengan melihat permukaannya pada reservoir. Tinggi permukaan minyak rem harus di antara tanda-tanda batas yang ada. Gunakan minyak rem yang sesuai. Hati-hati terhadap ceceran atau tumpahan minyak rem, karena dapat merusak cat kendaraan.
  2. Lihat bagian-bagian yang perlu diperiksa, barangkali ada kebocoran. Kebocoran dapat disebabkan lubang pipa atau selang dan sambungan antara pipa dan selang yang kendor.
Pemeriksaan pada sistem rem:
  1. Periksa tutup silinder rem pada roda dengan membuka roda, ada tetesan minyak rem atau tidak. Periksa baut pembuang, jika longgar, kencangkan.
  2. Jika kap mesin dibuka akan terlihat reservoir dan silinder utama. Periksa karet-karet penutup atau sambungan pipa . Kebocoran dapat dirasakan di ruang kemudi dengan terciumnya bau minyak rem yang khas dan menyengat. Pada karet penutup silinder utama yang dapat dilihat dari ruang kemudi. Periksa, terdapat kebocoran melalui karet pelindung atau tidak.
  3. Karena digunakan, bidang gesek rem aus. Akibatnya, jarak bidang rem besar. Hal itu menyebabkan jarak antara pedal rem dan lantai (saat diinjak penuh) semakin sempit/ kecil. Jarak sempit ini juga disebabkan penyetelan yang kurang tepat pada bidang gesek/sepatu rem. Pada jarak lantai kendaraan dengan pedal rem saat diinjak penuh. Jarak yang sempit mengakibatkan daya pengereman kurang baik, untuk sementara dapat diatasi dengan memompa pedal rem (menginjak berulang-ulang). Karena dengan memompa, jumlah minyak rem dalam silinder rem pada roda bertambah banyak dan tekanan menjadi besar. Maka sepatu rem akan memberikan efek pengereman yang lebih kuat.

K. Pijakan rem terasa kenyal/keras dan daya pengereman kurang baik.

Kemungkinan penyebab
  1. Ada udara dalam saluran minyak rem.
  2. Penyumbatan uap (vapor lock).
  3. Gangguan pada bagian sistem pengererrian.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Dalam keadaan normal, jika pedal rem diinjak beberapa kali, jarak antara pedal dan lantai bertambah besar karena pertambahan tekanan dalam silinder. Tetapi, hal itu tidak terjadi jika ada udara dalam saluran minyak rem. Injakan pedal rem malah tetap, terasa seperti menginjak balon. Keluarkan udara melalui baut pembuang udara yang terdapat pada silinder rem pada roda.
  2. Jika pengereman terlalu sering dilakukan menyebabkan silinder dan minyak rem di dalamnya panas. Minyak rem yang panas, terutama jika kualitas minyak rem buruk, akan menguap. Gelembung uap yang terjadi untuk sementara terperangkap dalam saluran. Hal ini akan memberikan efek yang sama jika ada udara dalam saluran. Gejala akibat ini disebut vapor lock. Jika ini, terjadi, siram, silinder rem pada roda dengan air atau menutupinya dengan lap basah agar dingin. Pada kondisi jalan yang panjang dan menurun seringkali dilakukan pengereman. Kadang-kadang efek pengereman berkurang karena sepatu rem panas. Untuk mendapatkan kembali efektifitas pengereman, dinginkan rem dengan menyiramkan air pada rem.
  3. Gangguan atau kerusakan seperti silinder bocor, pipa minyak rem usang, atau baut-baut pemegang silinder longgar membuat langkah pedal rem dalam. Periksa bagian-bagian sistem pengereman barangkali ada kerusakan terutama untuk kerusakan yang dapat dilihat. Periksa pipa-pipa dan selang-selang.Jika ada baut longgar, kencangkan. Jika dalam perjalanan rem dirasakan tidak bekerja dengan baik coba tekan pedal rem berulang-ulang. Periksa secara teratur sistem rem, karena sistem rem yang rusak/ terganggu sangat membahayakan.

L. Panjang langkah pedal rem normal, tetapi daya pengereman tidak baik.

Kemungkinan Penyebab
  1. Terdapat air, oli atau minyak pada sepatu rem.
  2. Mekanisme sepatu rem terganggu.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Daya pengereman dapat terganggu jika dalam kendaraan melewati genangan air yang tinggi, hingga membasahi bidang gesek rem/sepatu rem. Lakukan pengereman berulang-ulang sambil tetap bergerak perlahan agar sepatu rem panas dan air menguap/terbuang. Jika sekat pelumas oli dalam roda gigi differensial bocor, oli mengalir ke sistem rem. Buka selubung rem agar terlihat jika ada oli yang membasahi sepatu rem.
  2. Mekanisme penggerak sepatu rem usang atau lama tidak diservis (berkarat) dapat menimbulkan kemamacetan sistem ini. Pemasangan sepatu rem yang tidak benar juga dapat mengganggu sistem penggerak sepatu rem. Periksa dan bersihkan bagian ini, lumasi jika berkarat.

M. Pada saat dilakukan pengereman mendadak, kendaraan cenderung terbnting ke arah kiri tau kanan.

Kemungkinan penyebab
  1. Salah satu sistem rem terganggu.
  2. Kondisi roda tidak sama.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Daya pengereman tidak seragam mengakibatkan kendaraan terbanting ke satu arah. Pada keadaan yang baik, roda mengalami daya pengereman yang sama pada saat yang bersamaan pula. Bawa kendaraan ke bengkel.
  2. Kondisi telapak ban atau tekanan yang berbeda antara ban satu dengan lainnya juga akan mempengaruhi efek pengereman. Periksa kondisi ban kendaraan agar didapat pengereman yang baik. Bagaimanapun kecilnya perbedaan efektifitas pengereman, berpotensi sebagai penyebab kecelakaan. Sebaiknya sistem rem diperbaiki segera, jika ditemukan adanya gangguan.

N. Pada saat pedal gas dilepaskan kecepatan kendaraan berkurang dengan cepat dan berhenti tiba -tiba.

Kemungkinan Penyebab
  1. Gangguan pada sistem rem parkir/tangan.
  2. Gangguan pada sistem rem.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Jika timbul masalah seperti di atas, pertama periksa rem parkir. Berikut gangguan yang sering timbul pada sistem rem parkir :
  2. Penyetelan rem parkir kurang tepat.
  3. Kabel-kabel penarik rem parkir sudah jelek/kendor.
  4. Sambungan batang-batang penarik rem parkir sudah aus atau kendor.
  5. Gangguan sistem rem saat mengemudi bisa dideteksi dari rasa panas berlebihan, kadang disertai ceceran minyak rem pada selubung/tromol atau piringan rem/disk brake . Jika sejak awal pijakan sudah terasa berat, berarti jarak bebasnya tidak ada. Keadaan ini menunjukkan antara batang penekan (bersatu dengan bagian pedal rem) dan silinder utama tidak ada jarak bebas. oleh karena itu, batang penekan selalu dalam keadaan menekan plunger silinder utama seperti pada saat pengereman. Jadi meskipun pedal rem sudah bebas, karena plunger silinder utama tidak dapat bergerak balik dengan sempurna, maka tekanan minyak dalam saluran-saluran tidak berkurang seluruhnya.

O. Setiap rem dioperasikan, terdengar bunyi putaran bergesekan dari bagian roda.

Kemungkinan Penyebab
  1. Gangguan pada bidang gesek rem.
  2. Kontak yang tidak tepat antar bidang gesek rem.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  1. Sepatu rem yang sudah aus sebaiknya diganti. Sebab, paku keling sepatu rem yang aus akan menonjol dan bergesekan dengan tromol/selubung rem. Kadang terjadi pengerasan pada sepatu rem sehingga halus dan mengkilat, sedangkan ketebalannya masih baik. Ampelas permukaan sepatu rem untuk memperoleh permukaan baru.
  2. Pemasangan sepatu rem dan tromol yang tidak tepat dapat menimbulkan bunyi pada saat pengereman. Bawa kendaraan ke bengkel.

Gangguan Transmisi

Gangguan Sistem Transmisi Daya Pada Mobil Diesel

“Kopling”
A. Kopling selip yang ditandai dengan kendaraan tidak bertambah cepat meskipun pedal gas dipijak dan putaran mesin sudah tinggi. Sering disertai bau seperti karet terbakar.
Kemungkinan Penyebab
  1. Langkah bebas kopling terlalu pendek.
  2. Permukaan kopling sudah aus.
  3. Gangguan pegas penekan.
Pemeriksaan dan Perbaikan
Untuk memeriksa masalah di atas merupakan akibat dari kopling yang selip atau bukan, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Hidupkan mesin dan pasang rem parkir/ rem tangan.
  2. Injak pedal kopling dan masukkan persneling ke gigi 1.
  3. Injak pedal gas untuk meningkatkan putaran mesin agak lebih tinggi sambil perlahan-lahan angkat pedal kopling. Jika putaran tidak berubah atau mesin cenderung tidak mati, maka kopling berada dalam keadaan selip. Kopling selip menunjukkan daya/putaran mesin tidak dapat diteruskan dengan sempurna ke sistem roda gigi transmisi. Bau terbakar akibat hubungan kopling tidak rekat sehingga terjadi gesekan yang kuat pada permukaan kopling yang lalu menjadi panas dan terbakar. Pada awalnya gejala kopling selip ini cukup sulit diketahui.
Catatan:
  • Langkah bebas kopling adalah jarak dari pedal kopling mulai dilepas, kopling terasa sudah terpasang, hingga pedal kopling tidak diinjak sepenuhnya. Bila jarak ini terlalu pendek, kopling akan selip. Setel sesuai ketentuan. Permukaan kopling aus menyebabkan hubungan kopling menjadi tidak rekat dan terjadi gesekan pada permukaan kopling. Gesekan ini menimbulkan panas dan bau.
  • Pegas penekan lemah meyebabkan hubungan kopling tidak menempel dengan baik.
Bila ada gejala kopling selip bawa ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut, jika perlu kopling diganti. Selama menjalankan kendaraan dengan kopling yang selip perhatikanlah hal-hal seperti yang disarankan pada bagian 3-B.

B. Gigi tidak dapat dipindahkan meskipun pedal kopling sudah diinjak penuh.
Kemungkinan Penyebab:



  1. Kopling tidak bisa dibebaskan dengan baik.
  2. Untuk kopling hidrollik disebabkan:
    • Kerusakan piston atau silinder pada sistem hidrolik.
    • Udara masuk dan bercampur dengan minyak.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Kopling yang tidak bisa dilepaskan secara sempurna dapat menggesek pada saat pedal diinjak penuh. Kopling yang menggesek ditandai jarak antara pedal kopling dan lantai, yaitu sekitar 20 % dari jarak antara pedal kopling dalam keadaan tidak diinjak.
  • Pemeriksaan kopling yang menggesek dapat dilakukan dengan cara:
    1. Ganjal roda-roda kendaraan, pasangkan rem parkir/rem tangan. Start mesin dan biarkan bekerja tanpa menginjak pedal gas.
    2. Masukkan gigi persneling pelan-pelan pada gigi yang rendah tanpa menginjak pedal kopling. Pemindahan persneling yang terlalu cepat menyebabkan roda gigi rusak dan kendaraan berjalan. Perhatikan bunyi pada roda gigi, getaran tongkat persneling, dan pedal kopling. Sementara injak pedal kopling dengan pelan.
    3. Pada kedudukan tertentu dari pijakan kopling, bunyi getaran roda gigi akan berhenti dan tongkat persneling dapat dipindahkan dengan mudah.
    4. Ukur jarak antara lantai dan pedal kopling pada saat bunyi atau getaran hilang. Lakukan beberapa kali agar diperoleh hasil yang maksimal.
    5. Jika jarak yang diperoleh kurang dari 20% dari jarak antara pedal kopling dan lantai pada saat tidak diinjak, maka kopling dalam keadaan menggesek. Atur lagi jarak yang tepat di bengkel.
    Bunyi-bunyi tidak normal bisa juga disebabkan roda gigi sinkromes rusak. Hendaknya dapat dibedakan kesalahan yang terjadi, yang dalam beberapa hal menunjukkan gejala yang sama.
  • Untuk kopling hidrolik, periksa minyak dalam reservoirnya. Perhatikan tanda maksimum dan minimum pada reservoir, jika tampak ada kekurangan, tambahkan, tetapi jangan sampai melewati tanda maksimum, karena dapat tumpah ke luar. Selanjutnya periksa kebocoran yang mungkin terjadi. Kebocoran biasanya ditandai bau khas minyak rem yang menyengat. Bagian yang perlu diperiksa adalah karet-karet penutup silinder.
  • Adanya udara dalam sistem minyak kopling, meski sedikit, dapat menyebabkan kemacetan-kemacetan sistem kopling. Buang udara dari saluran-saluran minyak kopling.

C. Pada saat kendaraan akan berjalan dan pedal kopling mulai dilepaskan pelan-pelan, badan kendaraan, tongkat persneling, dan setir bergetar keras. Setelah pedal kopling dilepas penuh, getaran-getaran menghilang.
Kemungkinan Penyebab
  1. Kontak antara permukaan kopling tidak tepat.
  2. Kerusakan pegas atau karet penahan puntiran pada kopling.
  3. Kopling aus, sehingga paku keling terlepas.
Pemeriksaan dan Perbaikan.
Bunyi atau getaran merupakan tanda pemindahan daya yang tidak sempurna pada sistem kopling. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan menyeluruh dari pelat kopling, kedudukan pelat kopling, pelat penekan, pegas penekan, dan bearing penekannya. Pemeriksaan atau perbaikan sebaiknya dilakukan di bengkel, karena tidak mudah dan memerlukan waktu yang relatif lama.

“Sistem Roda Gigi Transmisi”
A. Pemindahan gigi tidak lancar disertai bunyi roda gigi yang kasar.
Kemungkinan Penyebab
  1. Cara mengemudi kurang tepat.
  2. Kopling tidak terbebaskan penuh.
  3. Kerusakan roda gigi sinkromes.
  4. Mekanisme sistem tongkat pemindah gigi terganggu.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Jika injakan pedal kopling kurang dalam, pemindahan gigi kurang lancar karena kopling tidak terbebaskan penuh. Yakinkan injakan kaki pada pedal kopling saat injakan kaki pada pedal kopling saat pemindahan gigi. Lakukanlah hal berikut untuk memastikan cara pemindahan gigi yang benar:
    1. Saat kendaraan dalam posisi parkir, injak pedal kopling dan masukkan persneling ke gigi 1 atau mundur. Coba dengan dua kali injakan pada pedal kopling.
    2. Saat kendaraan sedang berjalan, pindahkan persneling ke posisi netral sebelum mendapatkan gigi yang dituju. Sebaiknya dengan menginjak pedal kopling dua kali sebelumnya. Jika pemindahan gigi telah dilakukan dengan baik, tetapi kesulitan masih ada, berarti terjadi gangguan.
  • Kopling tidak dapat dibebaskan dengan sempuma disertai bunyi tumbukan roda gigi. Atur posisi injakan pedal kopling.
  • c. Roda gigi sinkromes rusak menyebabkan pemindahan gigi tidak lancar disertai bunyi gemetar dari roda gigi. Turunkan laju atau putaran mesin untuk memindahkan gigi persneling. Periksa sistem roda gigi transmisi secara menyeluruh di bengkel. Pada beberapa jenis kendaraan, terutama buatan tahun yang lama tidak dilengkapi sistem sinkromes, sehingga pada saat pemindahan gigi ke tingkat yang lebih rendah, putaran harus diturunkan dan terdengar bunyi roda gigi, tetapi bukan merupakan gejala kerusakan.
  • Mekanisme tongkat pemindahan gigi yang tidak langsung ke bak roda gigi persneling, mungkin mengalami gangguan pada batang-batang penghubungnya.

B. Pada saat kendaraan berjalan, posisi gigi persneling tiba- tiba berpindah ke posisi netral atau macet (susah dipindahkan).
Kemungkinan Penyebab
  1. Gangguan pada sistem pemindah gigi.
  2. Bantalan aus.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Batang-batang penghubung mekanisme tongkat pemindahan gigi yang tidak langsung menuju bak roda gigi persneling menyebabkan gangguan lebih besar dibandingkan dengan yang langsung menuju bak persneling. Sambungan pada batang penghubung aus menyebabkan pemindahan gigi tidak sempurna dan roda gigi belum berpasangan dengan benar. Akibatnya, karena getaran atau guncangan, hubungan roda gigi terlepas. Batang penghubung pemindah gigi aus juga dapat menyebabkan kemacetan pada saat persneling dipindahkan. Banyak gangguan pemindahan gigi persneling terjadi karena kopling tidak dapat dilepaskan dengan sempurna. Yakinkan sistem pelepasan kopling telah sempurna sebelum memeriksa sistem pemindah gigi.
  • Bantalan poros aus menyebabkan kedudukan roda gigi tidak tepat. Akibatnya, hubungan roda gigi tidak benar.

C. Bunyi dari bak persneling.
Kemungkinan Penyebab
  1. Kekurangan minyak pelumas atau minyak pelumas tidak tepat.
  2. Keausan atau kerusakan pada komponen dalam bak persneling.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Jika terdengar bunyi dari bak persneling, berhentilah dan pastikan dengan menginjak pedal kopling. Apakah bunyi masih terdengar? Jika bunyi hilang, berarti datang dari bak persneling. Periksa minyak dalam bak persneling. Jika kurang tambahkan, jika terdapat serbuk-serbuk logam, ganti minyak pelumas. Gunakan minyak pelumas yang tepat.
  • Gangguan komponen dalam bak persneling memerlukan pemeriksaan. Sebaiknya bawa bengkel.

“ Poros Penggerak”
A. Kendaraan bergetar pada saat kecepatan sedang hingga tinggi, tetapi terasa bukan dari roda-roda.
Kemungkinan Penyebab
  1. Poros penggerak melengkung.
  2. Gangguan pada komponen-komponen sambungan universal.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Barangkali poros penggerak menghantam benda keras hingga terdeformasi (tidak lurus lagi). Akibatnya, getaran timbul saat poros berputar. Jalankan kendaraan pada kecepatan yang tidak menimbulkan getaran. Jika dipaksakan dapat membahayakan.
  • Bantalan, universal joint, atau baut-baut tidak sempurna. Karena aus atau longgar, mengakibatkan poros mudah bergoyang/ bergetar saat kecepatan agak tinggi. Jalankan kendaraan pada kecepatan yang aman atau tidak menimbulkan getaran.

B. Pada saat berjalan, saat kopling diinjak, atau gigi persneling dalam posisi netral, terdengar bunyi menderu dari bagian bawah kendaraan
Kemungkinan Penyebab
  1. Kerusakan pada bantalan universal joint.
  2. Keausan gerigi poros.
  3. Baut sambungan poros penggerak longgar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
Bunyi seperti tersebut menunjukkan ada gangguan pada komponen sambungan/hubungan dari poros penggerak. Sambungan poros aus atau longgar dan bisa patah jika kecepatan ditambah mendadak atau berputar terlalu cepat. Jalankan dengan hati-hati ke bengkel.

“Roda Gigi Diferensial”
Terdengar bunyi menderu dari bawah bagian belakang saat kendaraan dalam kecepatan sedang.
Kemungkinan Penyebab
  1. Minyak pelumas roda gigi differensial kurang.
  2. Roda-roda gigi differensial berpasangan kurang tepat atau bantalannya rusak.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Asal bunyi tersebut sulit dipastikan. Untuk memeriksanya, peganglah bak roda gigi differensial. Jika terasa panas (>45 "C), kemumgkinan bak differensial rusak.
  • Untuk memeriksa kedua masalah di atas, dongkraklah bagian belakang kendaraan hingga kedua roda belakang terangkat.Putar roda-roda belakang dengan tangan dan perhatikan bunyi yang ditimbulkannya.

Mencari Penyebab Kerusakan Mesin Mobil Diesel

“Gangguan pada Saat Mesin Distart (dihidupkan)”

A. Kontak sudah dinyalakan, tetapi crankshaft tidak berputar/tidak berbunyi.
Kemungkinan Penyebab
  • Suplai listrik dari baterai kurang atau tidak ada.
  • Hubungan listrik dari baterei ke motor starter terputus.
  • Motor starter rusak.
Pemeriksaan dan Perbaikan
1. Mula-mula periksa suplai listrik. Barangkali kondisi baterai lemah atau kontak pada terminal baterai terganggu.
  • Periksa kondisi baterai dengan menyalakan lampu atau menekan klakson. Bila nyala lampu kurang terang atau bunyi klakson lemah, berarti baterai lemah. Periksa air pada baterai, bila kurang tambah-kan air lagi. Bila air masih cukup, kemungkinan sistem charging baterai terganggu atau baterai sudah tua. Seharusnya gangguan pada sistem charging sudah dapat diketahui dari panel penunjuk (am-meter atau lampu) pada saat mobil berjalan sebelumnya.Bila sistem charging sebelumnya bekerja dengan baik, berarti baterai memang sudah tua dan perlu di charge ulang di bengkel atau diganti dengan yang baru.
  • Periksa kontak pada terminal-terminal baterei. Bila longgar, kencangkan. Bila terlihat kotor, buka baut terminal, bersihkan, dan pasang kembali dengan kencang. Untuk menghindari loncatan listrik antara terminal positif dengan badan kendaraan, saat membuka kontak terminal baterai lakukan dulu pada bagian negatif, baru bagian positifnya. Sebaliknya, pada waktu memasang, pasang dulu bagian positif baru negatif. Loncatan listrik ini, selain dapat membahayakan juga dapat merusak baterai.
2. Periksa kabel yang menghubungkan baterai dengan motor starter. Bila hubungan kontak longgar atau terlepas dari sambungannya, pasang dan kencangkan. Bila terputus, ganti dengan yang baru.
3. Periksa kontak-kontak pada terminal relay dengan AVO meter. Bila tidak terhubung, ganti dengan yang baru.
4. Bila pemeriksaan pada poin a dan b menunjukan keadaan yang baik, kemungkinan motor starter rusak. Perbaiki atau ganti dengan yang baru.

B. Kontak sudah dinyalakan dan poros crankshaft sudah berputar, tetapi mesin tidak bekerja dengan baik.
Kemungkinan Penyebab:



  • Alat pemanas udara di ruang bakar tidak berfungsi.
  • Suplai BBM tidak memadai.
  • Pompa injektor dan nosel tidak bekerja dengan baik.
  • Waktu injeksi BBM tidak tepat.
  • Ada kebocoran gas dari ruang bakar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
1. Sekering putus atau baterai lemah, sehingga arus listrik tidak sampai ke pemanas udara. Ganti sekering atau perbaiki baterai.
2. Periksa tangki BBM. Mungkin panel penunjuk keadaan BBM rusak atau tidak menunjukan jumlah BBM yang sebenarnya. Bila BBM dalam tangki cukup banyak, periksa pompa pengisi dan saluran BBM dengan cara berikut:
  • Lihat sistem bahan bakar motor Diesel. Pada bagian pompa injektor, kendorkan sekrup pembuang udara, kemudian gerakkan batang pompa pengisi ke atas dan ke bawah dengan tangan.
  • Bila batang pompa tidak dapat digerakkan dengan tangan, berarti saluran BBM tersumbat. Bila batang pompa dapat digerakkan, tetapi BBM tidak mengalir ke luar dari lubang sekrup pembuang udara, maka pompa pengisi rusak. Bila batang pompa dapat digerakkan dan BBM mengalir ke luar, maka saluran BBM dan pompa pengisi dalam keadaan baik.
  • Pada umumnya saluran BBM tersumbat di bagian saringan-nya. Dalam kasus ini, buka saringan BBM dan bersihkan dengan mencelup dan mengocoknya ke dalam minyak tanah sambil menutup kedua lubangnya dengan jari. Jika saringan bahan bakar sudah terlalu kotor atau rusak, gantilah dengan yang baru.
  • Bila pompa pengisi rusak, ganti dengan yang baru. Bila saluran bahan bakar dan pompa pengisi masih baik, kemungkinan gangguan pasokan BBM disebabkan oleh udara atau air yang terjebak dalam saluran BBM. Ini dapat dilihat dari adanya buih yang keluar dari lubang sekrup pembuang udara. Udara atau air tersebut dapat dihilangkan dengan terus menggerakan pompa sampai hilang.

“Putaran Mesin Tidak Normal”

A. Putaran mesin tidak bertambah dengan halus sesuai injakan pedal gas.
Kemungkinan Penyebab
  • Pompa injektor atau nosel tidak bekerja dengan baik.
  • Waktu injeksi BBM tidak tepat.
  • Kebocoran gas dari ruang bakar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
1. Bila penyemprotan tidak bekerja dengan baik, maka perkabutan dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Periksalah pipa penghubung antara pompa injektor dan nosel, barangkali ada kebocoran, kencangkan jika ada baut yang longgar.Periksa juga sambungan-sambungan antara governor dan pompa.
Nyalakan mesin, kendorkan mur pengencang pipa bahan bakar pada salah satu nosel. Biarkan BBM menetes dari mur.
Bila putaran mesin terganggu atau bergetar lebih keras, berarti nosel berfungsi. Sebaliknya, bila putaran mesin tidak berubah, nosel tidak berfungsi. Periksa setiap nosel, jika ada yang rusak bawa ke bengkel.
2. Cam atau roller-nya aus, sehingga penyemprotan tidak tepat, ganti dengan yang baru.
3. Kebocoran bisa keluar dari katup-katup isap atau buang, pegas katup, cincin torak atau paking silinder. Biasanya ditandai dengan gas buang berwarna putih yang berarti ada sebagian oli masuk ruang bakar dan ikut terbakar, atau oli terlalu cepat berkurang. Dalam hal ini perbaikan besar perlu dilakukan di bengkel.

B. Putaran mesin tidak dapat rendah.
Kemungkinan Penyebab
  • Pipa vakum governor pneumatik terlepas/ pecah.
  • Diafragma sobek.
Pemeriksaan dan Perbaikan
1. Periksa pipa vakum. Bila sambungannya terlepas atau ada kebocoran udara dalam pipa mengakibatkan putaran mesin tinggi. Pasang sambungan jika terlepas, ganti pipa jika pecah (berlubang).
2. Diafragma rusak mengakibatkan governor tidak mengontrol putaran mesin dengan baik. Putaran mesin akan selalu tinggi. Pemeriksaan diafragma dapat dilakukan dengan menutup ujung pipa vakum dengan jari selama lebih kurang 5 detik. Bila terdengar bunyi gerakan, berarti diafragma baik, bila tidak, diafragma rusak. Diafragma rusak, harus diganti.

“Mesin Terlalu Panas Masalah”

Panel penunjuk panas mesin menunjukkan jarum penunjuk pada daerah bahaya, jika terlalu panas mesin bisa macet.
Kemungkinan penyebab
  • Kebocoran pada sistem pendingin.
  • Jalur-jalur air dalam radiator tersumbat.
  • Sirip-sirip radiator tertutup kotoran.
  • Selang karet radiator terpuntir atau menjadi kempes.
  • Termostat tidak berfungsi.
  • Pompa air rusak.
Pemeriksaan dan Perbaikan
Jika dalam perjalanan mesin terlalu panas, kendaraan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman. Biarkan mesin bekerja tanpa beban beberapa saat, agar panas turun. Periksa barangkali ada kebocoran air radiator (ditandai dengan keluarnya uap panas atau tetesan air dari bagian sistem pendingin), dan periksa tali kipas pendingin.
  1. Bagian-bagian sistem pendingin yang perlu diperiksa dari kebocoran air pendingin, misalnya pada sambungan dan jalur-jalur radiator. Jika ada kebocoran, setelah diisi air lagi, bawalah segera ke bengkel untuk perbaikan.
  2. Jika ada kebocoran pada klem pengikat selang radiator antara radiator dan mesin, kencangkan baut klemnya. Bila klem patah, ikat dengan kawat sambungan untuk sementara, sebelum didapatkan pengganti yang baru.
  3. Bila ditemukan kebocoran pada selang radiator, balut dengan isolasi atau vinyl yang diperkuat dengan kawat sebelum diganti dengan yang baru.
  4. Semua tindakan perbaikan sebaiknya dilakukan setelah diisi air pendingin lagi. Berikut langkah pengisian air sewaktu mesin terlalu panas:
    • Biarkanlah mesin berjalan beberapa saat sampai panasnya menurun. Sebaiknya tidak mematikan mesin secara tiba-tiba. Periksa jika ada kebocoran.
    • Setelah mesin agak dingin, matikan dan buka tutup radiator setengah putaran dengan mengetuk pegangannya menggunakan alat bantu (obeng atau kayu). Hati -hatilah terhadap uap panas yang menyembur. Biarkan uap panas keluar.
    • Setelah uap habis, dengan menggunakan kain atau pelindung lain untuk mencegah panas, lepaskan tutup radiator. Isilah radiator dengan air, sementara mesin dijalankan.
    • Bila tidak ditemukan kebocoran, setelah pengisian air dapat dilakukan pemeriksaan selanjutnya.
Meskipun dalam radiator terdapat air yang cukup, jika jalur-jalur airnya buntu atau tersumbat kerak/karat, maka sirkulasi air tidak normal. Periksa dengan menguras air radiator melalui keran pembuangan, lalu tuangkan air selama beberapa saat agar karat atau kerak terbawa ke luar. Lakukan pengurasan hingga air yang ke luar tampak jernih. Saat ini dijual cairan khusus untuk pengurasan radiator yang dapat membantu proses pembersihan kerak atau karat. Juga dijual cairan khusus untuk tambahan air pendingin guna memperbaiki sifat air pendingin, agar tidak bersifat korosif atau meningkatkan titik didih air pendingin.
Periksa sirip-sirip radiator. Jika tertutup lumpur, daun kering atau benda asing lain, mengakibatkan aliran udara terganggu, sehingga proses pendinginan tidak berjalan baik. Bersihkan radiator, semprot dengan air bersih atau udara dari kompresor.
Jika pemasangannya tidak benar, selang bisa terpuntir. Hal ini menyebabkan saluran mengecil, aliran air pendingin terganggu, dan mesin cepat panas. Oleh karena itu, pada saat pemasangan perhatikan posisi selang dengan baik. Oleskan pelumas pada tempat sambungan agar pemasangan lebih mudah. Pada putaran mesin yang tinggi saat pompa mengisap air dengan kuat, selang bawah yang usang mengempes. Ganti selang jika sudah usang.
Termostat seharusnya dalam posisi terbuka, agar air dapat bersirkulasi jika sudah mencapai temperatur tertentu. Termostat yang tidak berfungsi dengan baik akan menghambat sirkulasi air pendingin, sehingga mesin cepat panas. Untuk memeriksa termostat dapat dilakukan langkah-langkah berikut:
  1. Keluarkan termostat.
  2. Rendam dengan air dalam panci atau wadah. Rebus dan pantau suhu dengan termometer.
  3. Katup termostat harus mulai terbuka pada sekitar 80 °C dan terbuka penuh pada sekitar 100 "C (beberapa saat sebelum mendidih). Bila katup termostat tidak bekerja, berarti sudah rusak. Ganti segera.
Pompa air rusak menyebabkan air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Periksa sirkulasi air pendingin. Periksa tali kipas, barangkali kendor atau putus. Bersihkan tali kipas dari minyak dan kotoran. Tali kipas kendor menyebabkan pendinginan tidak efektif. Tali kipas terlalu kencang menyebabkan bantalan pompa air (bantalan generator) cepat rusak. Ganti jika ditemukan komponen yang rusak.

“Gangguan Kinerja Mesin”

A. Daya mesin berkurang
Kemungkinan Penyebab
  1. Kerusakan nosel.
  2. Saat injeksi BBM tidak tepat.
  3. Kerusakan komponen sistem pembakaran.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Kondisi nosel yang baik menjamin perkabutan BBM. Periksa nosel. Jika tersumbat atau kotor, bersihkan. Untuk mengetahui nosel bekerja dengan baik atau tidak, diperlukan alat khusus, yaitu nosel tester. Oleh karena itu, pemeriksaan tidak dapat dilakukan sendiri (harus di bengkel khusus). Namun, sebagai gambaran dapat dilihat bagaimana bentuk semprotan nosel yang baik.
  • Nosel yang rusak tidak dapat menghasilkan perkabutkan BBM dengan baik. BBM yang keluar dari perkabutan berbentuk bintik-bintik yang relatif besar dan tetesan pada ujung nosel.
  • Saat penyalaan terlalu dini dapat dilihat dan adanya gejala knocking (lihat bahasan "knocking'. Sedangkan penyalaan yang lambat menyebabkan gas buang berwarna putih (lihat bahasan tentang gas buang).
  • Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan pada pompa injektor. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di bengkel agar didapat hasil meyakinkan.
  • Komponen sistem pembakaran, seperti cincin torak, silinder, katup, dan dudukannya yang rusak dapat menyebabkan kebocoran gas dari ruang bakar. Dengan kata lain pembakaran menjadi tidak efisien akibatnya daya yang dihasilkan kurang dari seharusnya. Pemeriksaan dan perbaikan komponen sistem pembakaran merupakan hal yang tidak sederhana. Dibutuhkan peralatan dan keterampilan yang baik. Sebaiknya dibawa ke bengkel.

B. Knocking (suara ketukan yang datang dari mesin) terdengar saat kendaraan sedang berakselerasi.
Kemungkinan Penyebab
  1. Saat penyalaan terlalu awal.
  2. Bahan bakar kurang baik.
  3. Banyak kerak karbon di dalam ruang bakar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Jika saat penyalaan terlalu awal, berarti penginjeksian BBM terjadi terlalu cepat, jauh sebelum piston mencapai TMA. Penyalaan terlalu awal menyebabkan bunyi ketukan pada mesin. Adanya bunyi diakibatkan kenaikan tekanan yang besar dari yang seharusnya sejak BBM mulai terbakar.
  • Bahan bakar yang kurang baik akan sulit terbakar. Bahan bakar yang sulit terbakar menyebabkan kenaikan tekanan yang besar pada ruang bakar. Suatu angka yang disebut dengan angka ethane digunakan untuk menunjukan tingkat kemudahan terbakar BBM mesin diesel. BBM yang mudah terbakar akan mengurangi terjadinya knocking. Gunakan BBM yang sesuai.
  • Kerak karbon dalam ruang bakar turut terbakar saat pembakaran terjadi. Hal ini meningkatkan temperatur dan tekanan saat pembakaran yang mengakibatkan terjadinya knocking. Kerak karbon terbentuk akibat oli yang masuk ke ruang bakar terbakar. Masuknya oli ke ruang bakar merupakan akibat komponen-komponen ruang bakar, misalnya cincin piston, sudah aus.

C. Gas buang berwarna putih atau hitam dan tampak tebal.
Kemungkinan Penyebab
  1. Masuknya oli ke dalam ruang bakar.
  2. Sistem injektor tidak tepat.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Masuknya oli ke dalam ruang bakar mengakibatkan gas buang berwarna putih. Pemeriksaan dilakukan pada komponen-komponen sistem pembakaran, yaitu cincin piston, silinder, katup-katup, dan paking. Komponen yang sudah aus harus diganti.
  • Gas buang berwarna hitam diakibatkan campuran BBM dengan udara terlalu kaya. Periksa saringan udara. Jika terlalu kotor mengakibatkan udara yang masuk ke ruang bakar berkurang. Periksa tekanan injeksi, bila kurang tepat mengakibatkan BBM tidak terkabutkan secara sempurna. Lihat pompa injektor, bila ada komponen yang rusak dapat mengakibatkan jumlah BBM tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Periksa juga saat pembukaan katup isap atau katup buang.

“Sistem Pelumas tidak Normal”

A. Pemakaian minyak pelumas boros.
Kemungkinan Penyebab
  1. Kebocoran sistem pelumas.
  2. Masuknya oli ke dalam ruang bakar.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Jika dalam pemeriksaan ditemukan oli mesin sangat kurang, kendaraan jangan dijalankan. Mesin akan panas dan cepat terjadi kerusakan yang berat. Usahakan selalu memeriksa oli dengan alat ukurnya. Kebocoran dapat juga dideteksi dari tetesan oli di lantai garasi atau bagian mesin.
  • Jika baut pembuangan pelumas kendor, oli merembes ke luar, kencangkan.
  • Jika saringan pelumas kurang kencang, kencangkan.
  • Periksa baut-baut kepala silinder.
  • Periksa paking. Jika baut sudah kencang tetapi masih ada rembesan oli, berarti paking rusak. Ganti dengan yang baru.
  • Karena komponen mesin aus, oli dapat masuk ke ruang bakar dan terbakar. Oli yang terbakar selain membuat gas buang menjadi putih juga meninggalkan kerak karbon dalam ruang bakar. Kerak karbon ini mengakibatkan kerja mesin terganggu. Bawa ke bengkel.
B. Oli encer atau berbusa putih.
Kemungkinan Penyebab
  1. BBM masuk ke ruang crankshaft.
  2. Air masuk ke ruang crankshaft.
Pemeriksaan dan Perbaikan
  • Kondisi keausan yang cukup besar dan BBM yang terlalu banyak saat penyalaan, menyebabkan tekanan kompresi berkurang, sehingga BBM yang tidak terbakar dapat mengalir ke ruang crankshaft.
  • Air yang terdapat dalam pelumas menunjukkan keretakan mesin (dinding silinder, blok mesin, atau kepala silinder), atau kerusakan paking kepala silinder. Mesin yang merupakan kerusakan berat.