Thursday, April 25, 2013

SEPEDA MOTOR

SEPEDA MOTOR

Ir. Soekarno yang merupakan presiden pertama Republik Indonesia, pernah berpesan “JAS MERAH = Jangan Melupakan Sejarah”. Ini karena tanpa memahami sejarah dari sesuatu, manusia tidak akan pernah mengenal sesuatu tersebut secara detail.
Begitu pula dengan dunia permotoran, berbagai motor canggih yang ada dan bisa dinikmati sekarang ini tak terlepas dari sejarah yang cukup panjang.

SEJARAH SEPEDA MOTOR
sepeda motor
Sejarah sepeda motor sudah cukup lama sebenarnya, awalnya dimulai kira-kira akhir abad ke-19. Di zaman itu, orang-orang yang kreatif mulai mencoba memasang-masangkan mesin ke sepeda. Inovasipun terus berlanjut hingga sekarang, hampir 100 tahun lebih. Hasilnya, motor yang super canggih sudah lazim ditemui di jalan, jauh lebih hebat dibandingkan kondisi awal sepeda motor di awal mulanya.
Dua orang kreatif dan inovatif yang termasuk dalam golongan orang-orang yang pertama membuat sepeda motor adalah William S. Harley dan Arthur Davidson di Amerika Serikat. Harley dan Davidson ini nantinya akan mengembangkan sebuah sepeda motor yang sampai sekarang masih terkenal, yaitu Harley Davidson.

Harley dan Davidson ini melakukan banyak kegiatan eksperimen dalam hal per-sepeda motor-an hingga akhirnya sukses membuat perusahaan bernama Harley-Davidson Motor Company di tahun 1903, perusahaan ini sering disingkat sebagai The Motor Company. Harley Davidson dari dulu hingga sekarang fokus pada produksi sepeda motor roda 2.

Ada lagi seorang insinyur berkewarganegaraan jerman yang di tahun 1902 yang mencoba-coba melakukan eksperimen seputar sepeda motor. Nama insinyur ini adalah Mauritz Johann Schulte. Tapi berbeda dengan Harley dan Davidson yang membuat pabrik sendiri, insinyur ini menjual hasil eksperimennya ke pabrik Triumph Cycle Co. Ltd yang ada di Inggris. Motor buatannya ini sangat mirip dengan sepeda, dengan mesin kecil buatan Belgia yang ditempelkan ke sasisnya.

Setelah kedua perintis tersebut, maka otomatis muncul banyak pabrikan sepeda motor di awal abad ke-20 di negara-negara maju. Mesin-mesin untuk sepeda motor-pun mulai banyak diproduksi dan makin hari makin sempurna. Ukuran mesin makin bisa diperkecil, namun powernya malah makin besar. Dengan ukuran mesin yang kecil, mesin motor ini makin praktis diletakkan di sepeda motor.
Semenjak itulah, sepeda motor mulai makin banyak populasinya dan menjadi alat transportasi murah meriah yang banyak digunakan di dunia ini.

Perkembangan teknologi lain seperti teknologi pengolahan logam/metalurgi, dan juga teknologi elektronika juga berperan dalam mempercepat perkembangan teknologi sepeda motor.
Jadi dengan mesin yang lebih kuat, efisien, hemat bahan bakar, dan sebagainya. Disamping teknik pembuatan sasis dan kelistrikan yang makin bagus. Sepeda motor terus berevolusi sampai menjadi seperti yang terlihat di hari ini.

Akan tetapi, perkembangan pesat sepeda motor baru terjadi setelah masuknya pabrikan dari negeri Asia, yaitu Jepang. Jepang dengan pabrik sepeda motor Honda, mulai melakukan inovasi dengan cara membuat sepeda motor yang murah, irit, dan bandel mesinnya, untuk kebutuhan transportasi penduduk Jepang setelah perang dunia kedua.

Setelah sukses melalui proses riset dan pengembangan, akhirnya Honda mampu membuat pabrik yang optimal, dan akhirnya bisa melakukan ekspor ke Amerika Serikat.
Bahkan iklan Honda di Amerika Serikat bisa mengubah image orang Amerika bahwa pengendara sepeda motor adalah orang-orang yang ramah dan sepeda motor adalah kendaraan yang tidak rewel dan tidak perlu banyak perawatan. Orang awam mudah menggunakannya,para teknisi pun mudah dalam perawatannya.

Hingga sekarang, tercatat banyak pabrik sepeda motor dunia menjadikan sepeda motor Jepang sebagai contoh untuk mendesain sepeda motor mereka.

Panduan Membeli Sepeda Motor

Dengan membeli sepeda motor, Anda akan banyak berhubungan dengan sepeda motor yang merupakan sebuah mesin mekanis.

Anda harus memilih sepeda motor sebagai pertner dengan cermat. Karena jika Anda memilih sepeda motor yang salah, maka sepanjang Anda berhubungan dengan sepeda motor tersebut, Anda akan stress dan pusing. Memlih sepeda motor yang tepat tidak sesulit yang dibayangkan, karena hampir semua sepeda motor sekarang bagus-bagus, Anda hanya perlu memilih dari alternatif yang ada, manakah yang paling cocok buat Anda?

Tujuan Membeli Sepeda Motor?
Sebelum Anda membeli sepeda motor, pastikan tujuan Anda membeli sepeda motor tersebut? Apakah anda ingin membeli sepeda motor yang akan dipakai buat bekerja dari rumah ke kantor atau kampus? Atau untuk mengangkut banyak barang dagangan.

Bagaimana juga kondisi jalan yang dilalui oleh sepeda motor? Apakah jalan aspal yang mulus,atau jalan semi aspal dan semi tanah yang membuat sepeda motor bergejolak dan berjalan pelan? Bagaimana juga kondisi lanskap di daerah Anda? Apakah naik turun,datar dan sebagainya.
Pada intinya, jika jalanan Anda mulus, Anda bisa pilih sepeda motor manual dan matic, tapi jika jalanan Anda banyak lubangan, lebih baik pilih motor manual dengan penggerak rantai.
Jika Anda menggunakan sepeda motor untuk mengangkut barang, Anda bisa membeli motor-motor angkut 3 roda seperti yang dikeluarkan oleh Viar, Sanex dan sebagainya. Biasanya motor-motor Cina terkenal untuk motor angkutan.

Jika Anda membeli epeda motor untuk offroad, maka pilih motor trail dengan suspensi yang tinggi dan profil ban berpaku.

Bagaimana jika ternyata Anda belum memutuskan apa kebutuhan Anda? Anda bisa jalan-jalan ke dealer terdekat dan melihat merek-merek sepeda motor apa saja yang tersedia dan bisa Anda gunakan.

Mulai Dari yang Kecil
Jika sebelumnya Anda belum memiliki sepeda motor, lebih baik Anda memilih sepeda motor yang ukurannya kecil dahulu. Sepeda motor yang kecil baik cc atau ukurannya akan lebih mudah dikendarai. Kecuali kalau Anda sudah mahir mengendarai sepeda motor, maka boleh memilih mesin yang agak besar.

Hal ini karena pada dasarnya sepeda motor adalah kendaraan yang tidak stabil karena rodanya Cuma dua. Jika belum mahir berkendara, bisa jatuh dan menimbulkan resiko sakit, bahkan kematian yang cukup tinggi.

Baru Atau Bekas
Setelah anda memilih tipe sepeda motor, anda bisa memutuskan apakah anda ingin membeli motor yang baru atau bekas? Salah satu yang mempengaruhi pilihan ini adalah faktor dan atau ketersediaan uang anda.
Jika memang Anda mengalokasikan uang yang cukup untuk membeli motor baru, maka membeli motor baru lebih disarankan. Namun jika uang menjadi masalah atau dengan kata lain uang Anda terbatas, Anda bisa membeli motor bekas. Saat membeli motor bekas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  1. Tahun produksi.
  2. Jenis mesin, apakah suku cadangnya masih banyak atau sudah jarang
  3. Apakah ada rembesan oli dari celah-celah blok mesin.
  4. Apakah ada rembesan oli dari celah-celah karburator.
  5. Apakah rem dan indikator kelistrikan semua berfungsi dengan baik.

Biaya Perawatan
Yang penting juga dipertimbangkan dalam membeli motor adalah biaya perawatanya. Mtor-motor baru umumnya biaya perawatanya lebih murah dibandingkan dengan motor-motor lawas. Selain itu, motor baru ketersediaan suku cadangnya masih lebih baik dibandingkan dengan motor-motor lawas.
Motor lawas kadang perlu di-overhaul agar performa mesin lebih optimal. Anda bisa mengecek harga servis dan suku cadang untuk merek motor yang Anda inginkan di dealer dan jaringan servis yang ada di dealer tersebut.
Selain itu, Anda bisa mengecek apa saja jenis perawatan yang diperlukan. Untuk mesin 4 tak biasanya pembersihan karburator. Selain itu, tiap beberapa periode juga diperlukan penggantian dan perawatan ban, rantai, sproket, dan sebagainya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membeli motor :
  1. Motor yang sempurna untuk seseorang, bukan berarti cocok untuk orang lain. Jadi tidak perlu membeli apa yang orang lain pikir bagus, tapi meurut and jelek.
  2. Ketika hendak memilih tipe motor, tentukan cara berkendara Anda, dan tingkat kenyamanan yang Anda inginkan.
  3. Tiap jenis alternatif selalu memiliki kelebihan dan kekurangan, misalnya beli bekas ada kelebihanya. Beli motor matic ada kelebihanya, dan beli motor manual ada kelebihanya. Semuanya juga ada kekuaranganya.
  4. Tipe motor yang berbeda-beda punya konsekuensi yang berbeda-beda, seperti layanan purna jual, biaya perawatan, harga jual kembali dan sebagainya.

KOMPONEN-KOMPONEN SEPEDA MOTOR

Sepeda motor adalah sistem kompleks yang terdiri atas komponen-komponen. Agar sebuah sepeda motor bisa bekerja dengan baik, semua komponenya harus bekerja dengan baik pula. Jika ada salah satu komponen yang tidak bekerja dengan semestinya, pasti motor tidak akan bisa digunakan secara optimal.
Sepeda motor dan sekuter secara garis besar, komponen-komponen penyusunya sama, perbadaan hanya pada jenis transmisi saja sehingga sekuter dan sepeda motor komponen makronya sama.

Frame atau sasis

Frame atau sasis di sepeda motor merupakan komponen utama karena semua komponen ditempelkan ke sini. Baik body work, kelistrikan, mesin, roda, dan lain sebagainya. Jadi dengan sasis inilah, maka bisa terlihat bentuknya.
Frame motor terbuat dari besi, aluminium atau campuran/alloy. Frame motor bentuknya tabung dengan bagian tengahnya kosong. Ibarat manusia, frame ini fungsinya sebagai kerangka. Kerangka juga yang menentukan bentuk serta kenyamanan handling sepeda motor.

Suspensi

Frame juga berfungsi sebagai tempat untuk meletakan sistem suspensi. Suspensi terdiri atas per dan peredam kejut yang berfungsi agar ban tetap menyentuh tanah saat motor menerima kejutan, entah dari polisi tidur, jalan yang rusak, atau berlubang.
Suspensi belakang banyak yang menganut paradigma lengan ayun atau swing arn. Dibagian ujungnya, lengan ayun ini memegang poros roda belakang, sementara diujung lainya dihubungkan ke frime menggunakan baut dan pasak.
Ada shock breaker yang menghubungkan lengan ayun ini dengan bagian frame untuk roda belakang. Adapun di roda depan, shock breaker biasanya berbentuk garpu/fork dengan menggunakan pegas dan peredam kejut juga.

Roda

Roda sepeda motor umunya terbuat dari pelek aluminium atau pelek besi dengan jari-jari. Namun sejak tahu 1970-an, pelek sudah berfariasi, terutama dengan jenis cast wheel (CW) atau pelek cetak.
Pelek cetakan memungkinkan sepeda motor menggunakan ban jenis tubeless, yaitu ban yang tidak menggunakan ban dalam sebagai tempat penyimpanan angin. Akan tetapi, angin ban ditampung diantara pelek dan ban, sehingga hanya sil antara pelek dan ban yang bisa menahan tekanan udara.
Ban tubeless dalam kondisi setandar lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan jenis ban yang memakai ban dalam. Kan tetapi, jika jalannya banyak kubangan, maka ban tubeless malah bisa membuat masalah, karena kebengkokan di pelek bisa menyebabkan udara keluar dan ban menjadi kempis.
Ban mempunyai banyak variasi, ini tergantung tujuan pemakaian dan lokasi yang akan dilalui motor. Ban untuk sepeda motor off-road misalnya, punya ulir ban yang dalam dan menonjol, ini gunanya untuk memberikan cengkraman yang lebih kuat ke jalanan lumpur yang merupakan habitat motor off-road.
Adapun motor untuk touring biasanya menggunakan jenis karet ban yang lebih keras. Ban untuk touring memang cengkramanya tidak sekencang ban sepeda motor trail/off-road, karena memang kebutuhanya tidak menuntut sekencang itu. Namun dengan karet yang lebih keras, ban menjadi lebih awet. Adapun jenis ban radial yang sering dipakai di motor balap memiliki daya cengkraman yang kuat karena area sentuhnya dengan jalan kecil.

Rem

Ban motor depan dan belakang selalu dilengkapi dengan rem karena tanpa rem, motor tidak akan bisa dihentikan. Untuk mengakses rem depan, caranya dengan menarik tuas tangan disebelah kanan. Adapun rem belakang bisa diakses dengan menggunakan pedal rem di kaki kanan atau jika menggunakan motor matic menggunakan tuas rem di tangan kiri.
Teknologi pengereman motor sendiri mirip dengan mobil, jenis rem paling lazim sampai tahun 1970-an adalah rem drum. Akan tetapi, motor-motor modern sekarang mulai lazim menggunakan rem cakram. Lazimnya, rem cakram digunakan untuk roda depan, karena perputaran roda depan lebih tinggi sehingga lebih mudah dihentikan putaranya dengan rem cakram.
Rem cakram terdiri atas cakram/rotor yang selalu bergerak bersama dengan roda. Jika pengendara mau mengerem, maka ada 2 sepatu rem dari kanan dan kiri yang menekan rotor alias cakramnya. Yang menggerakan sepatu rem di rem cakram ini adalah tekanan hidrolik yang digerakan oleh tuas rem dan dimungkinkan oleh sistem hidrolis oli rem.
Ketika sepatu rem/kampas rem dan cakram bergesekan, putaran cakram akan menurun bahkan berhenti. Sepatu rem ini harus diganti secara periodik karena bisa menipis karena sering dipakai.
Tempat duduk/jok dan aksesoris
Tempat duduk/jok di sepeda motor didesain untuk membawa 1 atau 2 orang. Loasinya dibelakang/atas tengki bahan bakar dan umumnya bisa dilepas atau diangkat dari frame. Biasanya saat hendak mengisi bensin untuk motor bebek dan motor matic.
Di bawah jok bisa ada tangki bensin tempat penyimpanan yang biasanya terbuat dari kotak plastik, tempat helm dan sebagainya.

Mesin

Mesin alias engine adalah komponen yang fungsinya menyediakan daya gerak untuk motor. Tanpa mesin, motor tidak akan bisa bergerak. Bagian roda yang biasanya digerakan oleh mesin ini adalah roda bagian belakang.
Di dunia permesinan motor, mesin yang digunakan jenisnya adalah mesin pembakaran dalam/internal combustion engine. Mesin ini ada 2 variasi, yaitu yang 2 langkah dan 4 langkah/tak.
Mesin 2 tak powernya lebih tinggi dari power mesin 4 tak. Power mesin 2 tak, hampir 2x lipat untuk putaran mesin yang sama, dibandingkan dengan mesin 4 tak. Begitu pula akselerasinya juga lebih baik dibandingkan 4 tak.
Akan tetapi, mesin jenis ini sekarang termarjinalkan, karena mesin 2 tak menyebabkan polusi udara yang lebih banyak, mengingat daerah ruang bakar dilumasi oleh oli yang dibawa masuk oleh bensin campuran.
Mesin 4 lankah, tak powernya memang tidak sebesar 2 tak, tapi tetap menjadi pilihan sepeda motor modern karena tidak memiliki masalah seperti mesin 2 tak, yaitu tidak mencemari lingkungan. Mesin 2 tak melumasi silinder, dan ini akan otomatis dibakar, sehingga knalpot akan berasap, terlebih ketika gas dibuka penuh.
Sepeda motor lazimnya punya satu sebuah silinder. Beberapa motor gede (moge) kadang punya 2 atau 4 silinder.

Kelistrikan

Jika tidak ada kelistrikan di motor, Anda tidak akan bisa untuk menjalankan motor di malam hari. Selain itu, motor juga tidak bisa berjalan karena percikan busi dinyalakan dengan menggunakan listrik.
Oleh karena itulah, memahami aspek kelistrikan motor adalah sesuatu yang sangat penting. Dengan memahami sistem kelistrikan, Anda bisa mengerti penyebab beberapa bagian motor tidk berfungsi.
Garis Besar Kelistrikan Motor
Ketika poros mesin berputar, alternator akan menciptakan listrik. Listrik yang dihasilkan ini sangat besar sehingga perlu diatur menggunakan alat yang disebut regulator. Setelah diatur oleh regulator, listrik kemudian bisa mengalir ke komponen-komponen motor dan juga ke tempat penyimpanan listrik (aki) tergantung pada kebutuhanya.
Jika poros mesin belum berputar, maka tidak ada roda gila/flywheel yang berputar, sehingga belum ada listrik di motor. Untuk itulah diperlukan aki, yaitu untuk penyedia listrik saat motor masih belum dijalankan.
Setelah motor dinyalakan, maka aki sudah tidak dipakai, dan sebagai gantinya, alternator yang menyuplai listrik ke komponen-komponen motor. Adapun arus yang berlebih akan disimpan di aki. Begitu pula jika listrik yang dihasilkan oleh alternator masih kurang dibandingkan yang dibutuhkan oleh motor, maka listrik diambil dari aki.
Anda perlu berhati-hati saat berhubungan dengan sistem kelistrikan sepeda motor. Ini karena pengaturanya sangat kompleks, usahakan Anda memiliki buku manual sepeda motor. Kabel-kabel yang ada di motor menempel di frame, selain itu ada konektor dan lain sebagainya.
Sepeda motor punya sekering kecil yang berguna untuk mencegah kerusakan komponen jikalau suatu ketika ada sistem kelistrikan yang salah. Setiap motor punya sekering yang berbeda-beda. Anda harus mengetahui jenisnya saat membeli atau mengganti sekering jika sekering rusak.
Sistem kelistrikan motor bisa dibagi menjadi tiga area, yaitu :
  1. Sistem penghasil kelistrikan
  2. Sistem untuk menyimpan tenaga listrik
  3. Sistem yang mengarahkan komponen-komponen
Pengapian menggunakan CDI juga melibatkan kelistrikan, jika tidak ada alasan yang tepat, lebih baik tidak mengubah-ubah timing pengapian.
Pada umumnya, sistem kelistrikan ini sangat jarang terjadi kerusakan, paling yang perlu diperhatikan adalah jika aki rusak. Saat Anda menambahkan komponen-komponen variasi, seperti lampu tambahan, maka daya total yang diperlukan harus di bawah daya yang bisa disediakan oleh sistem, jika tidak nanti tidak optimal.
Kerusakan kelistrikan sendiri bisa digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu :
  1. Konslet
  2. Komponen rusak
  3. Grounding yang salah
Cara menangani kerusakan kelistrikan yang disebabkan konslet adalah dengan melihat alur rangkaian listrik. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada kabel yang terbuka atau kerusakan lainnya yang menyebabkan konslet.
Adapun untuk menangani masalah kelistrikan seperti bola lampu meledak, rusak atau lainnya, biasanya dengan mengecek pada bolam tersebut apakah ada kerusakan, usianya sudah tua, getaran, atau voltasenya terlalu banyak.
Jika ada lampu yang lemah namun makin kencang jika Anda nge-gas sampai pol, kemungkinan ada grounding yang jelek antara lampu dengan frame motor.

CDI (Capacitor Discharge Ignition)

CDI singkatan dari Capacitor Discharge Ignition. CDI merupakan sebuah sistem penyalaan elektronik yang menggunakan kapasitor untuk penyimpanan energi dan kemudian dilepaskan melalui koil penyalaan / ignition coil.
Keuntungan CDI adalah percikan energi yang dihasilkan sangat tinggi sehingga hasil pengapian optimal, voltasenya sangat tinggi. Akan tetapi, CDI juga punya kekurangan, yaitu percikan yang dihasilkan hanya dalam durasi yang singkat.
Jadi jika campuran bensin dan udara tidak meledak di ruang bakar, maka tidak ada lagi kemungkinan terbakar. Motor sekarang umumnya sudah memakai CDI dan tidak lagi memakai pengapian dari platina.

Komponen mesin

Diantara banyak komponen penyusun sepeda motor, komponen mesin adalah komponen yang cukup central, fungsinya untuk menggerakan motor. Jika komponen lainya jarang atau beberapa bahkan tidak perlu dirawat sama sekali, maka komponen mesin ini perlu sering-sering dirawat secara periodik. Hal ini untuk menjaga agar mesin tetap prima dan awet.
Bagian-bagian mesin
Sepeda motor dan skuter sama teknologinya, yang beda hanya pada sistem pentransmisian gerakan dari mesin ke roda belakang, dan sistem pemindahan roda gigi transmisi.
Mesin motor terdiri atas 2 bagian yaitu :
  • Blok mesin
  • Silinder, yang terdiri atas 2 bagian yaitu : blok silinder dan kepala silinder.
Di tiap bagian tersebut ada komponen-komponennya. Piston adalah komponen pertama yang dibahas karena funsinya sangat penting. Piston letaknya di bagian blok silinder dan bergerak naik turun di dalam blok silinder tersebut.
Yang menggerakan piston di blok silinder tersebut adalah ledakan yang ada di dalam ruang bakar di blok silinder tersebut, yang dipicu oleh busi. Agar terbakar, ruang silinder memasukan campuran bahan bakar dan udara yang dimasukan melalui karburator atau injektor.
Gerakan piston naik turun ini akan menggerakan proses engkol dari mesin atau crankshaft. Poros mesin ini mengubah gerakan naik turun dari piston menjadi gerak putar. Gerakan putar dari poros engkol ini nanti akan dteruskan melalui sistem transmisi ke roda belakang motor.
Mesin motor digolongkan berdasarkan 3 karakteristik, yaitu :
  1. Jumlah silinder.
  2. Kapasitas dari ruang bakar.
  3. Jumlah langkah yang ada di mesin.
Untuk motor-motor bebek dan sekuter, biasanya silinder berkapasitas sekitar 110cc dan 125cc. Untuk motor-motor besar kapasitas mencapai 200cc atau 250cc. Jenis langkahnya ada 4 tak, karena lebih hemat bensin dan tidak mengeluarkan gas emisi yang mengotori lingkungan.
Kapasitas ruang bakar berhubungan dengan power yang dihasilkanya, kapasitas ini diukur dalam ukuran cubic centi meter (CC). Kapasitas minimal silinder biasanya 50cc dan maksimal 1.500cc. semakin kecil ukuran cc-nya, biasanya power akan kecil dan kecepatanya lambat, namun bensin sangat irit.

Transmisi

Mesin motor bisa menghasilkan tenaga yang cukup kuat, tapi tenaga ini harus bisa disalurkan ke roda penggerak secara lembut. Misalnya dibagian awal, power besar, tapi speed kurang. Akan tetapi, jika sudah top gear, maka power rendah, tapi speed kencang.
Untuk mengatur bagaimana memindahkan daya gerak dari poros engkol ke roda belakang agar lancar, maka digunakanlah sistem transmisi.
Sistem transmisi ini melanjutkan gerakan dari poros engkol melalui struktur transmisi yang terdiri atas sistem gear. Selain itu, ada juga kopling dan sistem penggerak.
Sistem gear adalah rangkaian gear yang memungkinkan motor dijalankan dari sejak berhenti, sampai kencang. Transmisi motor manual umumnya 4 percepatan dengan sistem rotary, sehingga gigi-nya dari N-1-2-3-4-N.
Ketika memindah perseneling ini, sebenarnya Anda memindahkan konfigurasi gear dari sistem gear yang ada di transmisi. Motor bisa berjalan di gigi 1 dan berjalan kencang di gigi 4. Adapun untuk matic, nanti memakai CVT.
Untuk sistem kemudi yang meneruskan daya dari mesin ke roda belakang, ada 2 jenis yang bisa di pakai, yaitu jenis rantai dan sabuk. Untuk motor manual biasanya menggunakan rantai, sementara untuk motor matic menggunakan sabuk.
Di sistem yang memakai sabuk, ada sprocket yang dihubungkan ke poros mesin dan juga ke poros roda belakang. Nanti ke 2 sprocket ini dihubungkan dengan rantai. Rantai biasanya terbuat dari besi, rantai ini tersusun dari anak-anak rantai yang saling berhubungan membentuk rantai. Anak rantai ini bisa dicopot atau dipotong untuk memperpendek rantai jika diperlukan.
Umumnya sprocket depan ukuranya lebih kecil dibandingkan dengan sprocket belakang. Salah satu kekurangan sistem rantai adalah perlu adanya pelumasan secara periodik. Selain itu, jika terlalu longgar, beberapa mata rantai perlu dipotong untuk disesuaikan. Jika sprocket sudah lancip atau rantai sudah terlalu kendur, maka perlu diganti.

CVT (continuously variable transmision)

Untuk jenis sekuter yang memakai transmisi CVT (continuously variable transmision), yang umum dipakai adalah jenis sabuk/belt. Kekurangan sistem sabuk adalah bisa slip, terutama jika kondisi basah. Oleh karena itu, Anda lihat umunya sabuk CVT di motor matic menggunakan penutup yang salah satu fungsinya untuk menghindari sabuk dari kebasahan.
Keuntungan belt dibandingkan dengan rantai adalah tidak membutuhkan pelumasan atau pembersihan secara periodik. Sebuah puley terdiri atas 2 puley yang terhubung oleh belt, dibagian belakang juga ada kopling sentrifugal untuk menghubungkan ke penggerak roda belakang jika gas diputar. Selain itu, ada gear reduksi untuk mengurangi putaran.
Puley penggerak sentrifugal terikat di ujung poros engkol. Fungsinya sebagai pengatur kecepatan berdasarkan gaya sentrifugal. Puley yang digerakan/driven berputar pada bantalan poros utama transmisi.
Bagian tengah kopling sentrifugal dipasang pada puley sehingga ikut berputar bersama puley tersebut. Drum kopling berada pada alur poros utama memutarkan poros tersebut jika mendapat gaya dari kopling.

No comments:

Post a Comment