Tuesday, July 16, 2013

Mencari Arah Putaran Mesin Pada Mobil

Mencari Arah Putaran Mesin Pada Mobil - Selama tune-up berlangsung, puli atau roda gila pasti selalu diputar-putar untuk mencari posisi piston pada top kompresi, menyetel platina, atau memasang distributor. Arah putaran puli atau roda gila ketika diputar dengan kunci harus searah dengan putaran mesin. Jika arah putaran dibalik, kemungkinan buruk yang terjadi adalah saat membuka dan menutupnya katup-katup tidak tepat sesuai dengan Standarnya, sehingga terjadi ketidaksesuaian kerja katup dengan proses kerja mesin. Hal ini disebabkan rantai mesin melompat satu atau beberapa kali.
Rantai mesin dipasang dengan memperhatikan aturan yang tidak boleh dilanggar, yakni ketika piston silinder satu pada top kompresi, kedua katupnya harus dalam keadaan menutup rapat. Untuk memudahkan pemasangan rantai mesin agar tidak melanggar ketentuan, pabrik telah membuat tanda pada kedua roda gigi yang dihubungkan oleh rantai mesin, yakni pada roda gigi engkol dan roda gigi poros nok. Tanda-tanda tersebut berupa titik pada sisi roda gigi. Kedua titik tersebut harus tepat sesuai dengan ketentuan ketika rantai mesin dipasangkan.

Jika saat membuka dan menutup katup-katupnya tidak tepat, akibatnya mesin sulit untuk dihidupkan,bunyi mesin kasar, mesin tidak bertenaga, dan terjadi ledakan-ledakan di ujung knalpot. Untuk menghindari hal tersebut, jangan memutar roda gila atau puli berlawanan arah dengan arah putaran mesin, terutama pada mesin yang rantainya kendor.

Sebelum memutar puli atau roda gila carilah dulu arah putaran mesinnya denga cara sebagai berikut.
A. Putaran Mesin
Perhatikan arah putaran mesin ketika mesin hidup. Cara ini merupakan cara yang paling mudah namun hanya berlaku untuk mesin yang bisa dihidupkan atau yang belum terlanjur dibongkar. Arah putaran mesin mudah sekali dilihat dengan memperhatikan putaran kipas radiator. Putaran mesin kadang sulit dilihat arahnya, karena putaran kipas sangat cepat. Arah putaran mesin bisa dilihat dengan jelas ketika mesin sedang distarter atau sesaat sebelum mati.
B. Tanda Top Kompresi dan Pengapian
Jika mesin tak dapat dihidupkan atau telah terlanjur dibongkar, untuk mengetahui arah putaran mesin bisa dilihat dari tanda top kom¬presidan tanda pengapian pada mesin tersebut. Ada bermacam¬macam tanda top kompresi dan pengapian, tetapi pada prinsipnya tanda pengapian terletak sebelum tanda top kompresidilihat dari arah putaran mesin, karena pengapian terjadi beberapa saat sebelum piston mencapai top kompresi.
Tanda titik pada puli digunakan sebagai tanda top kompresi dan tanda pengapian. Karena pengapian terjadi sebelum top kompresi, tanda titik (.) pada puli harus tepat dengan angka saat pengapian terlebih dahulu, baru kemudian bergerak (berputar) ke tanda top (angka nol ). Hal ini terjadi jika putaran mesin ke kanan.
C. Putaran Rotor Distributor
Putaran rotor harus sesuai dengan urutan pengapiannya. Sebagai contoh, mesin 4 tak, 4 silinder, dengan urutan pengapian (FO): 1-3-4-2. Gambar rangkaian pengapiannya sebagai berikut.
Rotor distributor berfungsi sebagai penghubung arus listrik tegangan tinggi dari koil ke kabel busi. Jika urutan pengapian 1-3-4-2, seperti tampak pada gambar di atas, putaran rotor distributor ke kanan (searah jarum jam). Rotor distributor digerakkan oleh roda gigi pada poros nok melalui as rotor distributor. Jika mesin berputar, rotor juga berputar. Karena itu, dengan memperhatikan arah putaran rotor, dapat diketahui arah putaran mesin. Caranya, putar roda puli atau roda gila sambil memperhatikan gerak rotor distributor. Jika putaran rotor sesuai dengan urutan pengapiannya, berarti arah putaran puli sama dengan arah putaran mesin.
D. Putaran Motor Starter
Pada zaman dahulu, mesin-mesin dihidupkan dengan cara diputar dengan batang pemutar. Sekarang, mesin dihidupkan dengan motor starter. Motor starter bekerja berdasarkan gaya medan listrik.Karena itu, memerlukan sumber listrik. Sumber listrik yang digunakan adalah accu. Prinsip kerja motor starter adalah mengubah tenaga listrik menjadi tenaga putar.
Jika motor starter berputar ke kanan, roda gila (mesin) berputar ke kiri.
Dengan mengetahui arah putaran motor starter dan letak pemasangannya, dapat diketahui arah putaran mesinnya.
E. Rantai Mesin
Rantai mesin menghubungkan roda gigi poros engkol dengan roda gigi poros nok. Roda gigi poros nok adalah penggerak nok penekan rocker arm. Roda gigi poros nok digerakkan oleh roda gigi poros engkol.
Rantai mesin terletak di bagian dalam mesin, sehingga harus melepas beberapa baut untuk membukanya. Setelah penutup rantai mesin dilepas, perhatikan bagian-bagiannya. Salah satu rantai ditekan oleh penegang rantai (tensioner). Bagian yang ditekan adalah bagian rantai yang kendor. Bagian rantai yang tegang (tanpa penegang) merupakan rantai penarik, karena ditarik oleh putaran roda gigi engkol. Dengan melihat bagian yang kendor (ada penegangnya) dapat diketahui arah putaran mesin tersebut.
F. Daun Kipas
Daun kipas radiator juga bisa dijadikan petunjuk arah putaran mesin. Bentuk kemiringan daun kipas radiator berbeda dengan kemiringan daun kipas angin, karena perbedaan arah aliran udara pendinginannya. Arah aliran udara pada kipas angin biasa adalah menjauhi kipas, sedangkan aliran udara kipas radiator mendekati kipas angin, arah kipas. kemiringan daun kipas. Pada kipas angin biasa, jika putaran kipas kekanan, daun kipasnya miring ke Perbedaan arah aliran udara tersebut menyebabkan perbedaan bentuk dalam. Sebaliknya, pada kipas radiator, putaran ke kanan, daun kipasnya miring ke luar. Dengan melihat bentuk kemiringan daun kipas tersebut, bisa diketahui arah putaran mesinnya. Ketentuan tersebut hanya berlaku untuk kipas radiator yang digerakkan oleh mesin,
bukan kipas radiator yang digerakkan listrik. Karena itu, sebelum menggunakan putaran kipas sebagai pedoman untuk mengetahui arah putaran mesin, terlebih dahulu harus diketahui sumber tenaga penggerak kipas tersebut. Kipas radiator yang digerakkan oleh mesin, berputar bersama hidup matinya mesin. Sedangkan kipas radiator yang digerakkan listrik, tidak tergantung pada putaran mesin.
G. Vacuum Advancer
Vacuum advancer terletak di bagian luar distributor. Komponen ini berfungsi untuk memajukan saat pengapian. Jika vacuum advancer bekerja, platina akan bergeser ke arah berlawanan dengan arah putaran rotor distributor. Dengan mengetahui arah gerak platina ketika vacuum advancer bekerja, arah putaran mesin dapat diketahui. Untuk membuat vacuum advancer bekerja, tidak harus dengan menghidupkan mesin, cukup dengan melepas selang vacuum yang berhubungan dengan intake manifold (saluran masuk gas). Isap kuat-kuat selang tersebut dengan mulut. Perhatikan gerak platina ketika selang diisap. Jika platina bergerak ke kiri, berarti putaran rotor ke kanan. Putaran rotor distributor sama dengan putaran mesin.
Setiap mesin mobil dengan sistem pengapian konvensional selalu dilengkapi dengan vacuum advancer . Karena untuk memajukan saat pengapiannya secara otomatis adalah dengan menggeser platina. Jika platina berputar berlawanan arah dengan putaran rotor, pengapian akan lebih awal dari standarnya. Ketika ada isapan mesin melalui selang vacuum, platina akan bergerak berlawanan dengan arah putaran rotor.
H. Ciri Umum
Konstruksi mesin merek tertentu umumnya memiliki ciri-ciri yang sama. Kebanyakan dari mesin tersebut memiliki arah putaran menuju ke arah letak manifold (saluran masuk dan buang).
Namun, kesimpulan tersebut masih perlu dikaji ulang karena merek mobil terus bertambah dan jumlahnya makin banyak. Sampai sekarang, ada puluhan merek mobil yang terdapat di Indonesia, di antaranya Audi, Holden, Mitsubishi, BMW, Honda, Nissan, Chevrolet, Hyundai, Opel, Daihatsu, KIA, Dodge, Peugeot, Limousine, Renault, Fiat, Mazda, Suzuki, Ford, Mercedes, Toyota, Isuzu, Volvo, dan VW.

No comments:

Post a Comment